Pernahkah kau dengarkan burung-burung bernyanyi ?
Pernahkah kau dengarkan dia “menangis”?
Tawa dan tangis yang kudengar, sama merdunya....,
ataukah memang aku tak tahu “senandungnya”....?
Kamis, 08 April 2010
Minggu, 04 April 2010
“...Makanya, jadi orang tua jangan gaptek dong..!” (omong atau kumur???)
“...Makanya, jadi orang tua jangan gaptek dong..!”
(omong atau kumur???)
“Sisi gelap face book”. Demikianlah sebuah topik bahasan hampir setiap media, baik televisi maupun cetak, waktu itu, usai terbongkarnya kasus nekat, “minggat” nya pasangan di bawah umur, meninggalkan orang tua dan keluarganya. Cerita apakah yang sedang terjadi pada remaja kita?
(omong atau kumur???)
“Sisi gelap face book”. Demikianlah sebuah topik bahasan hampir setiap media, baik televisi maupun cetak, waktu itu, usai terbongkarnya kasus nekat, “minggat” nya pasangan di bawah umur, meninggalkan orang tua dan keluarganya. Cerita apakah yang sedang terjadi pada remaja kita?
Sabtu, 03 April 2010
Kedatangan Mika’il Sebuah Keniscayaan
Pagi itu Waji, salah satu kerabat yang dititipi menjaga rumah kami di kampung, menelponku. “Mbak, selasa nanti mbak Juli (kakak perempuanku) memanen udangnya”, katanya. Dalam hatiku bertanya-tanya, “perasaan belum waktunya, kenapa buru-buru dipanen ya?” Tapi aku tak berkeinginan memikirkan hal ini. Waji punya kuasa menentukan panen atau tidak, sebab dia telah ‘didapuk’ oleh mas Tok (suami Julia) menjadi ‘suhu’ nya dalam dunia pertambakan yang baru digelutinya, begitu masa pensiun tiba.
Menjelajah Dunia Ilmu dari dalam Rumah
“Ma, mas Anu gajinya satu koma, mas Anu juga satu koma, mengapa ya ma? padahal mereka sarjana...” Ini adalah kalimat yang pernah ditanyakan oleh anakku padaku. Aku menjawab pendek, “itu bukti bahwa gelar tak selamanya merupakan pertimbangan utama bagi perusahaan untuk menentukan gaji karyawannya. Ada perusahaan-perusahaan yang “smart”, yang tidak mendasarkan gaji karyawannya, semata-mata pada gelar seseorang.
Mashita Minta Mati Sebelum Baliqh,
Mashita Minta Mati Sebelum Baliqh,
Suatu pagi, Julia kakakku, meneleponku menceritakan kepanikannya terhadap apa yang dialaminya bersama Mashita, putrinya yang masih duduk di kelas lima Sekolah Dasar. Akhir-akhir ini, Mashita sering melamun menginginkan kematian sebelum baligh. Setelah ditanya-tanya dia mengaku. Kata guru agama di sekolahnya “anak yang meninggal sebelum baligh, tidak berdosa dan kelak dapat menolong orang tuanya, pada hari ketika semua umat diadili oleh Tuhan”. Asal muasal mengapa ibu guru agama tersebut bercerita seperti itu adalah, waktu itu salah seorang kawan sekolah Mashita, meninggal karena kecelakaan. Kemudian seperti itulah ibu gurunya bercerita bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena Tuhan menjanjikan surga bagi anak-anak yang mati sebelum baligh.
Suatu pagi, Julia kakakku, meneleponku menceritakan kepanikannya terhadap apa yang dialaminya bersama Mashita, putrinya yang masih duduk di kelas lima Sekolah Dasar. Akhir-akhir ini, Mashita sering melamun menginginkan kematian sebelum baligh. Setelah ditanya-tanya dia mengaku. Kata guru agama di sekolahnya “anak yang meninggal sebelum baligh, tidak berdosa dan kelak dapat menolong orang tuanya, pada hari ketika semua umat diadili oleh Tuhan”. Asal muasal mengapa ibu guru agama tersebut bercerita seperti itu adalah, waktu itu salah seorang kawan sekolah Mashita, meninggal karena kecelakaan. Kemudian seperti itulah ibu gurunya bercerita bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena Tuhan menjanjikan surga bagi anak-anak yang mati sebelum baligh.
Langganan:
Postingan (Atom)
